Resensi Buku Mario Teguh

Leadership Golden Ways – Jalan-jalan Keemasan Kepemimpinan, berisi 24 pokok bahasan tentang banyak hal dalam kepemimpinan organisasi, perusahaan, dan kepemimpinan pribadi. Seperti apa itu definisi kepemimpinan, bagaimana strategi-strateginya, teknik-tekniknya, hingga pada kiat-kiat dan contohnya.

Pak Mario menyusun isi buku ini seolah diurut dari ilmu yang paling berat (skala yang paling besar), ditarik ke belakang ke keadaan yang paling dekat dengan kita. Dibuka dengan bab Leadership Golden Ways yang diikuti dengan 21 bab lainnya tentang kepemimpinan organisasi dan perusahaan hingga pada 2 bab terakhir tentang kepemimpinan pribadi, yang mana itulah yang harus kita capai terlebih dahulu sebelum kita bisa mencapai yang dijelaskan dalam 22 bab yang lainnya, kepemimpinan atas orang lain.

Yang unik dari buku ini adalah tata letak dan penulisannya yang jarang sekali dijumpai. Desain halamannya benar-benar polos, tidak ada tulisan lain kecuali isi buku, header yang berisi nama buku dan bab yang sedang dibaca, dan footer yang berisi nomor halaman. Tulisannya (ukuran font) pun besar-besar. Mungkin ini dilakukan agar para pembaca bisa benar-benar fokus pada isi buku, dan melewatkan semua hal lain yang tidak atau kurang penting.

Well, itu yang bisa saya sarikan dari buku Leadership Golden Ways karya Pak Mario Teguh ini. Saya pribadi paling menyukai 2 bab terakhir dari buku ini, karena mungkin itulah yang paling bisa saya mengerti dan cocok dengan keadaan saya sekarang.

About these ads

2 Komentar to “Resensi Buku Mario Teguh”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: